Banner
Jajak Pendapat
Bagaimana pelayanan di SD Muh. Gendeng Yogyakarta?
Kurang
Cukup
Baik
  Lihat
Statistik
  Visitors : 73529 visitors
  Hits : 10031 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

masbro    mbaksis
Agenda
27 October 2020
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7

Berbuat Baik pada Tetangga

Tanggal : 05-06-2020 10:31, dibaca 79 kali.

Belajar Matematika jangan lupa Mengaji

Agar kelak mendapat surga

Hadirin sekalian selamat pagi

Semoga selalu sehat bahagia

 

Assalamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh

 

Hamdan Wa Syukron lillah, Solaatan wa salaaman ‘ala rosulillah. Ammaa ba’du.

Terlebih dahulu, marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Penyayang yang telah menganugerahkan berbagai kenikmatan kepada kita, terlihat dengan kesehatan, kesempatan, dan kebahagiaan yang kita rasakan hari ini. Tanpa kemurahan-Nya, mustahil semua ini dapat kita nikmati.

Alangkah indahnya hidup ini, andai dapat ku tatap matamu

Alangkah indahnya hidup ini, andai dapat ku kecup tanganmu

Ya rasulallah ya habi ballah…aku rindu padamu…

Tutur salam dan Solawat semoga dapat tersampaikan kepada Nabiana Muhammad Saw. Kepada Keluarganya, Para Shahabatnya, pengikutnya. dan kita sekian, sehingga kelak di hari kiamat kita semua mendapatkan pertolongan, Amiin yaa Robbal Alamiin.

 

Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah

 

Dalam kehidupan di tengah masyarakat, kita tidak bisa lepas dari kehidupan ber tetangga. Tetangga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti seseorang yang paling dekat dengan kita serta bisa menjadi bagian keluarga kita.

Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah

 

Bila kita melihat dalam Al-Quran, yaitu surah An-Nisa ayat 36, kita mendapati tetanggga itu ada dua macam. Yaitu, tetangga dekat dan teetangga jauh.

Para ulama memiliki perbedaan pendapat tentang teetangga yang dekat dan yang jauh. Ibnu Abbas r.a. mengatakan, tetanggga dekat adalah yang dekat denganmu. Sementara, Naufi al-Bukali mengatakan, tetangga dekat adalah tetangga muslim, dan tetanggga jauh adalah Yahudi dan Nasrani. Imam asy-Syaukani mengatakan bahwa secara umum teetangga dekat adalah yang rumahnya dekat dengan kita, dan tetanggga jauh adalah yang rumahnya jauh dengan kita.

Islam memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada teetangga. Ini terlihat dalam firman Allah surah An-Nisa ayat 36 :

وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا وَبِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱلۡجَارِ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡجَارِ ٱلۡجُنُبِ

“Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh”,

 

Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah

Imam Qurtubi mengatakan, yang dimaksud berbuat baik termasuk di dalamnya adalah memberikan pertolongan, bergaul dengan baik, tidak menyakiti, dan memberi pembelaan. Termasuk memberi pertolongan adalah memperhatikan dan membantu kondisi ekonominya.

Berbuat baik kepada tetangga adalah dengan tidak menyakitinya. Rasulullah saw. memberikan peringatan keras kepada orang yang menyakiti tetangganya. Beliau bersabda, “Demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang tidak beriman, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan (gangguannya).” (HR Bukhari Muslim).

Di samping berbuat baik, kita juga dianjurkan untuk memuliakan teetangga. Salah satunya dengan memberikan hadiah meskipun kecil bentuk dan nilainya. Rasulullah saw. menasihati Abu Dzar, “Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak kuah daging, perbanyaklah airnya, dan berilah tetanggamu.” (HR Muslim).

Pada kenyataannya sulit bagi kita untuk memberi kepada semua tetangga. Karean itu, yang diutamakan adalah tetangga yang paling dekat dengan pintu rumah kita. Aisyah r.a. pernah bertanya, “Ya Rasulullah, sesunguhnya aku mempunayi tetangga, manakah yang lebih berhak aku beri hadiah?” Rasululah menjawab, “Yang rumahnya lebih dekat dengan pintu rumahmu.” (HR Bukhari).

Termasuk memuliakan tetanggga adalah membiarkan tetanggga memanfaatkan sebagian fasilitas kita seperti menyandarkan kayunya ke dinding rumah. Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah seorang tetangga melarang tetangganya menyandarkan kayunya pada dinding rumahnya.” Abu Hurairah r.a. kemudian berkata, “Mengapa aku melihat kalian berpaling dari sunah ini? Demi Allah (kalau kalian tidak kembali kepada sunah ini) pasti aku lempari rumah kalian dengan kayu.” (HR Bukhari Muslim).

Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah

Akhirnya....

Jangan sampai kita terkena namanya syndrom ngaku-ngaku,

Ngakunya muslim siapapun dicaci dimaki di benci

Ngakunya muslim eh, terjerat kasus korupsi

Ngakunya muslim hartanya hasil mencuri

N’audzubillah min...dzalik.

Yuk kita jaga ukhuwah Islamiyah kita terhadap tetangga agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Amiin.

Demikian sedikit dari syifa, jika ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi. Jika ada umur yang panjang boleh kita berjumpa lagi.

 

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.



Pengirim : Taufiqurohman, S.H.I, M.H
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas